PENTINGNYA MENUMBUHKAN ENTREPRENEUR BAGI MAHASISWA EKONOMI
RIYO ADI SANJAYA
EKONOMI ADMINISTRASI
PENDIDIKAN EKONOMI
Kata Entrepreneur diartikan sebagai seseorang yang selalu membawa perubahan,
inovasi, ide-ide baru dan aturan baru. Entrepreneur yaitu seeorang yang mempunyai dan membawa sumber daya berupa
tenaga kerja, material, serta asset yang lainnya pada suatu kombinasi yang
mampu melakukan suatu perubahan/ menambahkan nilai yang lebih besar daripada
nilai yang sebelumnya. Sedangkan Entrepreneurial yaitu aktifitas/ kegiatan
dalam menjalankan suatu usaha atau berwirausaha. Entrepreneurship adalah jiwa
kewirausahaan yang dibangun bertujuan untuk menjembatani antara ilmu dengan
kemampuan pasar. Entrepreneurship meliputi pembangunan/ pembentukan sebuah
perusahaan baru, kegiatan kewirausahaan juga merupakan kemampuan managerial
yang diperlukan oleh seorang entrepreneur.
Menurut Profesor Edwood Chapman, sikap mental adalah cara
mengkomunikasikan atau mengekspresikan suasana hati atau watak kepada orang
lain. Jika ekpresi kita kepada orang lain positif maka kita disebut sebagai
orang yang bersikap mental positif. Sebaliknya jika ekpresi kita kepada orang
lain negatif, maka kita disebut sebagai orang yang bersikap mental negatif.
Sedangkan entrepreneur adalah orang
yang mampu menciptakan bisnis baru serta kreatif dan inovatif dengan mengambil
risiko dan ketidak pastian untuk mencapai keuntungan dan pertumbuhan dengan
cara mengindentifikasi peluang dan ancaman serta menggabungkan dengan
sumberdaya yang dimilikinya.
Strategi yang bisa dilakukan oleh perguruan tinggi untuk
menanamkan, mendorong, dan menyadarkan mahasiswa untuk berwirausaha bisa
dimulai dengan melakukan beberapa langkah. Langkah tersebut terklasifikasikan
ke dalam strategi internal dan eksternal. Strategi
Internal adalah usaha untuk menanamkan, mendorong, dan menyadarkan mahasiswa
untuk berwirausaha yang dilakukan oleh perguruan tinggi bagi mahasiswanya.
Strategi ini diimplementasikan ke dalam dua poin konkret, yaitu :
Pertama, memasukkan mata kuliah entrepreneurship sebagai mata kuliah
wajib di setiap program studi. Materi yang disampaikan terdiri dari 35% teori
dan 65% praktek. Persentase seperti itu dengan alasan bahwa melatih seseorang
menjadi entrepreneur tidak banyak
memerlukan teori, tetapi harus divisualisasikan sebagai sarana pelatihan. Hal
ini jauh lebih efektif karena pengujian apakah seorang berjiwa entrepreneur atau tidak, bukan
dihadapkan dengan menyelesaikan sejumlah pertanyaan uraian.
Kedua, adalah dengan mendirikan lembaga
pelatihan dan pembinaan entrepreneurship
yang berstatus resmi karena dikeluarkan berdasarkan keputusan rektor. Sesuai
dengan namanya, tugas lembaga ini adalah memberikan pelatihan kepada mahasiswa
yang tertarik membuka usaha. Supaya efektif, lembaga ini diisi dengan
orang-orang yang memiliki kompetensi di tiap jurusan atau fakultas yang
ada di perguruan tinggi tersebut. Selain itu, lembaga ini juga berperan sebagi
unit konsultasi dalam membina unit-unit usaha mahasiswa yang telah ada. Peran
lainnya adalah mencarikan jaringan yang sesuai dengan usaha, seperti jaringan
modal dan tokoh.
Strategi Eksternal adalah strategi yang dilakukan oleh pihak di
luar kampus dengan tujuan menanamkan, mendorong, dan menyadarkan mahasiswa
untuk berwirausaha. Strategi ini diimplementasikan ke dalam tiga poin
konkret, yaitu :
Pertama, menyemarakkan acara seminar dan training bertemakan wirausaha bagi
mahasiswa. Pemerintah melalui Kemenkop dan UKM dapat memfasilitasi
terselenggaranya acara tersebut. Untuk menarik minat peserta, sebaiknya acara
ini tidak dikenakan biaya. Seusai acara seminar dan training tersebut, pemerintah mendata dan memfasilitasi peserta
untuk bisa melanjutkan ke tahap membuka usaha, realisasi dari seminar dan
training.
Kedua, dengan menggalakkan lomba bisnis.
Penyelenggara kegiatan ini tidak harus dari pemerintah, tetapi dapat juga dari
perusahaan atau kampus. Lomba ini meminta pesertanya untuk membuat sebuah
rencana bisnis. Kemudian, rencana tersebut direalisasikan denga modal dari
panitia. Penentuan pemenang berdasarkan kualitas rencana bisnisnya dan
aplikasinya di lapangan. Kegiatan lomba semacam ini penting untuk membiasakan
mahasiswa berkompetisi karena dalam dunia usaha sebenarnya, persaingan
sangatlah ketat. Lomba pun penting untuk menarik minat mahasiswa yang ingin
berusaha, tetapi tidak memiliki modal. Dengan dana dari panitia, peserta lomba
mendapatka dua manfaat sekaligus, yaitu :
1. Pembelajaran usaha, dan
1. Pembelajaran usaha, dan
2.
Perolehan dana untuk modal rencana usahanya.
Ketiga, dengan mengintensifkan penyediaan
bantuan modal untuk usaha. Sering kali mahasiswa terbentur pada permasalahan
ini ketika mereka ingin membuka usaha. Penyediaan modal ini bisa dilakukan oleh
pihak bank yang bekerja sama dengan universitas untuk meminjamkan dana
berbungan sangat rendah dan tanpa jaminan. Pilihan bantuan dananya pun
bervariasi, disesuaikan dengan jenis usaha da kemampuan finansial mahasiswa.
Selama ini usaha-usaha yang digalakkan mahasiswa lebih bersifat mandiri. Belum ada sistem yang memfasilitas jiwa entrepreneurship tersebut, padahal potensial ini menyimpan masa depan yang lebih cemerlang. Strategi-strategi tersebut adalah sebagian dari usaha-usaha membudayakan jiwa entrepreneurship mahasiswa. Kontribusi konkret dari berbagai pihak tentu akan semakin mempercepat terbentuknya mahasiswa-mahasiswa berjiwa pengusaha untuk membangun ekonomi bangsa.
Selama ini usaha-usaha yang digalakkan mahasiswa lebih bersifat mandiri. Belum ada sistem yang memfasilitas jiwa entrepreneurship tersebut, padahal potensial ini menyimpan masa depan yang lebih cemerlang. Strategi-strategi tersebut adalah sebagian dari usaha-usaha membudayakan jiwa entrepreneurship mahasiswa. Kontribusi konkret dari berbagai pihak tentu akan semakin mempercepat terbentuknya mahasiswa-mahasiswa berjiwa pengusaha untuk membangun ekonomi bangsa.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar