Mengidentifikasi Permasalahan Perekonomian di Daerah Indonesia Bagian Timur dan Solusi Konkret Untuk Mengatasinya
RIYO ADI SANJAYA
EKONOMI ADMINISTRASI
PENDIDIKAN EKONOMI
Ilmu ekonomi adalah ilmu yang
mempelajari perilaku manusia dalam memilih dan menciptakan kemakmuran. Inti
masalah ekonomi adalah adanya ketidakseimbangan antara kebutuhan manusia yang
tidak terbatas dengan alat pemuas kebutuhan yang jumlahnya terbatas.
Permasalahan tersebut kemudian menyebabkan timbulnya kelangkaan.
Permasalahan yang sering dihadapi
oleh negara berkembang seperti Indonesia adalah pertumbuhan penduduk yang pesat
namun tidak dibarengi dengan peningkatan fasilitas umum yang memadai.
Pertumbuhan penduduk yang paling mencolok terjadi di daerah perkotaan, selain
disebabkan oleh pertumbuhan alami, salah satunya penyebabnya adalah pesatnya
arus urbanisasi. Begitu banyak faktor pendorong urbanisasi sendiri. Pembangunan
dari kota juga menarik minat para pelaku urbanisasi untuk melakukan urbanisasi.
Bahkan pembangunan dari desa justru memicu terjadinya peningkatan arus
urbanisasi karena hal ini justru mengurangi kesempatan kerja para buruh tani
yang kalah dengan modernisasi pertanian. Akibat berkurangnya kesempatan kerja
yang ada di desa tentu mereka akan mencari lapangan pekerjaan lain, misalnya di
kota. Selain itu alasan mereka mencari lapangan pekerjaan di kota adalah karena
mereka menganggap dengan bekerja di kota mereka akan mendapatkan penghasilan
lebih banyak daripada penghasilan di desa.
Indonesia mempunyai beberapa masalah
ekonomi Indonesia yang benar-benar pelik. sebagian persoalan senantiasa nampak.
ada juga persoalan ekonomi yang hingga saat ini belum dapat diatasi. Banyak
beberapa masalah ekonomi yang menempa Indonesia dari satu tahun lebih lalu.
Memanglah waktu ini Negara Indonesia pengalami perubahan perekonomian yang
cukup cepat. Tetapi didalamnya ada banyak persoalan yang nampak serta silih
bertukar. Juga ada beberapa masalah ekonomi Indonesia 2010 yang tetap tersisa
sinyal Bertanya hingga saat ini.
Pertumbuhan ekonomi Indonesia
beberapa tahun ini relatif baik, tetapi jika dilihat dari kemajuan indikator
sosial sangatlah mengecewakan. Hal ini bisa dari proporsi penduduk yang
kekurangan makan, gizi buruk anak balita, kematian ibu dan anak balita, akses
air bersih, sanitasi, listrik, angka putus sekolah, dan lain-lain. Kondisi
inilah yang membuat ketimpangan ekonomi semakin buruk karena pemerataan
kesempatan juga memburuk.
Selama ini masalah yang masih belum
bisa diatasi oleh Indonesia adalah masalah seputar kemiskinan. angka penduduk
miskin menurut berbagai sumber memang cenderung menurun. Tetapi penurunan angka
yang tiap tahun semakin mengecil merupakan gambaran program pengentasan
kemiskinan yang belum berhasil. pada tahun 2011 jumlah penduduk miskin Indonesia
sekitar 31,02 juta jiwa atau 12,49% dari total jumlah penduduk.
Kemiskinan di Indonesia juga
dipengaruhi oleh tingkat Sumber Daya Manusia (SDM). Kebanyakan pekerja di
Indonesia adalah pekerja informal. dalam artian pekerja yang gajinya tidak
sesuai dengan standart gaji nasional. tingkat pendidikan yang cenderung rendah
memaksa masyarkat Indonesia untuk bekerja seadanya dengan gaji di bawah
rata-rata. Dengan gaji yang rendah masyarakat tidak dapat memenuhi sebua
kebutuhan hidupnya, yang digolongkan menjadi masyarakat pada garis kemiskinan.
Sebanyak 30% angkatan kerja Nasional hanya berpendidikan tingkat SD, angkatan
kerja yang dapat menyelesaikan tingkat SMP sebesar 20%, sedangkan 50% sisanya
merupakan angkatan kerja yang berhasil menyelesaikan pendidikan SMA, Diploma,
dan sarjana.
Kota
besar Jakarta saja mempunyai masalah yang cukup banyak, tentu saja masalah
perekonomian di Indonesia timur lebih parah. Kita tahu bahwa bagian timur
Indonesia mempunyai sumber daya alam yang melimpah, seperti di papua kaya akan
emasnya, tapi masih banyak masalah perekonomian di timur Indonesia. Permasalah
yang terjadi tidak hanya merugikan Indonesia, tapi juga rakyat yang hidup di
sana harus hidup bawah garis kemiskinan.
Data tahun 2011, angka kemiskinan
tertinggi berada di wilayah Indonesia Timur. Provinsi Papua dan papua barat
merupakan wilayah dengan tingkat kemiskinan tertinggi yaitu sekitar 31,9%.
Terdapat 14 wilayah lainnya yang memiliki tingkat angka kemiskinan diatas
tingkat kemiskinan nasional. wilayah-Wilayah tersebut antara lain Prov. Aceh,
Prov Sumatera Selatan, Prov. Bengkulu, Prov Lampung, Prov. Jateng, DIY, Prov.
Jatim, NTB, NTT, Sulawesi Tengah, Sulawesi Tenggara, Gorontalo, dan Maluku.
Data Indikator Kesejahteraan Daerah
dari Tim Nasional Percepatan Penanggulangan Kemiskinan (TNP2K) memperlihatkan
Nusa Tenggara Timur (NTT) adalah provinsi dengan tingkat kemiskinan kelima
tertinggi di Indonesia. Dari kabupaten dan kota yang ada di NTT, Kabupaten
Flores Timur adalah wilayah dengan tingkat kemiskinan terendah. Tingkat
kemiskinan Flores Timur hanya 9,6 persen atau kurang dari separuh kemiskinan
NTT yang mencapai 23 persen. Bahkan, kemiskinan di Flores Timur juga jauh lebih
baik daripada tingkat nasional yang mencapai 13,3 persen. Namun, jika
mencermati indikator lain, Flores Timur adalah wilayah dengan angka putus
sekolah umur 7-15 tahun tertinggi di NTT. Angka tersebut hampir dua kali lipat
dibandingkan dengan rata-rata NTT dan nyaris lima kali lipat tingkat nasional.
Di samping itu, pengangguran terbuka di Flores Timur juga tertinggi keempat
dari 21 kabupaten dan kota di NTT.
Ada banyak faktor yang menyebabkan
Indonesia bagian timur mempunyai masalah yang cukup banyak. Seperti contohnya
di kota NTT penyebab terjadinya permasalan ekonomi adalah karena petani miskin
di Kecamatan Kupang Timur terlihat dari rendahnya tingkat pendidikan sebanyak
62,50 persen, 66 persen petani memiliki modal yang rendah. Penggunaan teknologi
pertanian yang semi tradisional 65.63 persen, sementara 91 persen petani belum
menggunakan akses kredit, curahan waktu kerja di sektor pertanian berkisar
antara 5-8 jam/hari sebanyak
73,75 persen dan 43.75 persen petani
cukup sering mengadakan lima kali
pesta dalam kurun waktu 6 (enam) bulan.
Faktor-faktor penyebab kemiskinan petani di Kecamatan Kupang Timur yaitu
faktor geografi dan lingkungan mempengaruhi kemiskinan sebesar 82,5 persen,
diikuti faktor ekonomi sebesar 5,1
persen serta faktor sosial dan budaya mempengaruhi
kemiskinan sebesar 3,2 persen serta pendapatan mempengaruhi kemiskinan petani
sebesar 34.4 persen.
Data di atas menujukan bahwa
sebagian besar masyarakat di Indonesia bagian timur mempunyai kekurangan dari
segi pengetahuan. Hal ini memang sudah kita ketahui karena wilayah Timur
Indonesia mempunyai medan yang berat untuk dilalui tenaga pendidikan untuk
mengajar disana. Hal ini juga yang menyebabkan tidak ada banyak orang yang
mengajar di wilayah Indonesia Timur, selain medan yang berat factor upah
mengajar disana juga rendah.
Banyak sekali tenaga pengajar yang
berfikiran seperti diatas, Hal ini lah yang menyebabkan perekonomian di
Indonesia makin banyak, khususnya di Indonesia bagian timur. Dalam hal ini
pemerintahlah yang harus membangun fasilitas prasarana khususnya untuk tenaga
pengajar agar banyak tenaga pengajar yang mau mengajar disana. Hal ini tak lain
dilakukan untuk kepentingan perekonomian Indonesia dan juga untuk kepentingan
masyarakat di timur Indonesia agar mereka tak lagi merasakan kesusahan hidup,
setidaknya mereka mendapatkan pengetahuan bagaimana cara bertani agar dapat
memenuhi kebutuhan mereka.
Agar permasalahan ekonomi di
Indonesia tidak tambah luas, setidak perlu dilakukan hal hal yang dibutuhkan
untuk mengurangi permasalahan perekonomian di Indonesia bagian timur. Langkah
langkah yang dilakukan haruslah tidak merugikan pihak manapun dan dapat
menguntungkan pihak mana pun agar terjalannya keselarasan antara pihak
pemerintah dan pihak masyarakat di Indonesia bagian timur. Mungkin akan sangat
sulit untuk mendapatkan keselarasan antara pihak pemerintah dan pihak
masyarakat, namun jika masing masing pihak mau sungguh sungguh memperbaiki
perekonomian di Indonesia bagian timur, keselarasan antara pihak tersebut akan
berjalan dengan lancar.
Langkah selanjutnya yang dapat
diambil untuk megurangi masalah perekonomian di Indoensia bagian timur adalah
Penyebaran pembangunan prasarana perhubungan. Salah satu penyebab terjadinya
ketimpangan pembangunan antar wilayah adalah karena adanya perbedaan kandungan
sumberdaya alam yang cukup besar antar daerah. Sementara itu, ketidak lancaran
proses perdagangan dan mobilitas faktor produksi antar daerah juga turut
mendorong terjadinya ketimpangan wilayah tersebut. Karena itu, kebijakan dan
upaya yang dapat dilakukan untuk mengurangi ketimpangan tersebut adalah dengan
mempelancar mobilitas barang dan faktor produksi antar daerah. Langkah
pemerintah yang harus dilakukan adalah memperbaiki fasilitas seperti jalan raya
agar memudahkan rakyat Indonesia bagian timur mudah untuk menjual hasil panen
mereka di pasar. Karena saat ini masih banyak akses jalan yang tidak dapat
dilalui oleh masyarakat yang ingin menjual hasil tanaman mereka dipasar. Hal
inilah yang menyebabkan masalah perekonomian mereka ada dibawah garis
kemiskinan.
Jika akses jalan sudah dipenuhi maka
yang selanjutnya dilakukan adalah mensosialisasikan masyarakat Indonesia bagian
timur akan usaha kecil menengah atau UKM. Hal ini ditujukan agar masyarakat
dapat lebih mengetahui bagaimana cara berdagang yang tepat dan baik. Hal ini
juga akan sangat membantu masyarakat agar lebih banyak variasi dagangan yg akan
di jual. Tentu saja dengan hal ini akan meningkatkan daya beli itu sendiri dan
sekaligus menambah pendapatan mereka, agar tidak hidup digaris kemiskinan.
Selain
itu pemerintah juga dapat menjalankan program pekerjaan umum yang bersifat
padat karya. Program seperti ini dapat menjadi cara yang efektif untuk
menyediakan fasilitas jalan di pedesaan disamping sebagai bentuk perlindungan
sosial. Untuk daerah yang terisolir, program ini bahkan dapat mengurangi biaya
pembangunan. Proyek padat karya juga efektif memberdayakan masyarakat yang
tidak memiliki pekerjaan tetap, namun proyek ini juga bukan merupakan solusi
jangka panjang karena proyek padat karya yang ada sifatnya hanya memberikan
pekerjaan sementara saja.
Pemerintah
juga dapat menyediakan lebih banyak dana untuk daerah-daerah miskin. Kesenjangan
fiskal antar daerah di Indonesia sangatlah terasa.Pemerintah daerah terkaya di
Indonesia mempunyai pendapatan perpenduduk 46 kali lebih tinggi dari pemerintah
di daerah termiskin. Akibatnya pemerintah daerah yang miskin sering tidak dapat
menyediakan pelayanan yang mencukupi, baik dari segi kuantitas maupun kualitas.
Pemberian dana yang terarah dengan baik dapat membantu masalah ini. Namun dalam
hal ini pemerintah harusnya sangat teliti dan hal yang paling penting adalah
cara memberikan dana itu sendiri, karena jika pemerintah salah memberikan dana
kepada orang yang tidak tepat, maka dana itu akan terbuang sia sia oleh oknum
nakal yang bisa saja melakukan tindakan korupsi dalam pemberian dana kepada
daerah Indonesia bagian timur.
Hal
yang menunjang agar masyarakat dapat merubah perekonomian adalah peningkatan
tingkat kesehatan melalui fasilitas sanitasi yang lebih baik. Indonesia sedang
mengalami krisis penyediaan fasilitas sanitasi. Hanya kurang dari satu persen
limbah rumah tangga di Indonesia yang menjadi bagian dari sistem pembuangan.
Penyediaan fasilitas limbah lokal tidak dibarengi dengan penyediaan fasilitas
pengumpulan, pengolahan dan pembuangan akhir. Akibatnya, penduduk miskin
cenderung menggunakan air dari sungai yang telah tercemar. Tempat tinggal
mereka juga sering berada didekat tempat pembuangan limbah. Hal ini membuat
penduduk miskin cenderung menjadi lebih mudah sakit dan tidak produktif.
Pemerintah harus membagungun sanitasi yang baik agar masyarakat dan meminum air
yang lebih layak, hal ini akan meningkatkan kesehatan masyarakat agar
masyarakat dapat bekerja mencari uang untuk memenuhi kebutuhan ekonomi
keluarganya.
Sebagaimana yang kita ketahui di
atas, dapat disimpulkan bahwa semua permasalahan ekonomi dinegeri ini dapat
terwujud apabila terjalinnya komunikasi dan keselarasaan yang bersinergi tinggi
antara pemerintah dan semua masyarakat Indonesia, oleh sebab itu kita semua
harus saling bahu membahu mengurangi permasalahan di Indonesia khususnya di
Indonesia bagian timur.